Semoga setelah banyak luka, kita bisa menghargai arti dari bahagia.
Ngomong-ngomong bagaimana dengan janji yang pernah kau ungkapkan untuk mencintaiku tanpa lelah ?
Apakah kamu berdusta ?
Aku bingung antara melawan resah dan juga kangen.
Kadang perasaan cinta seperti timbul dan tenggelam, Kadang menguat, kadang juga menghilang dalam gelap.
Seseorang yang mencintaimu, tak
akan pernah lelah untuk menghadapi kekuranganmu, dan tak pernah lelah
memaafkanmu.
Mencintaimu adalah siksaan yang
kunikmati desir perihnya.
Bila terlalu rindu dan tak
temukan cara untuk mengungkapkanya, aku memilih untuk membaca pesan singkatmu
yang masih kusimpan.
Pernahkah kau berpikir bahwa aku
inginkan kita lebih dari sekedar teman ?
Aku sangat tahu, sebenarnya kamu
mengetahui segalanya, termasuk perasaanku. Tapi kau memilih tak peduli dan
mengabaikannya.
Kita biasanya berbicara setiap
hari. Bahkan kini kita tidak pernah saling menyapa satu sama lain.
Aku tetap mau mencintai dia,
meski hatinya masih tertambat pada wanita lain.
Kamu pergi ketika aku mulai
berpikir bahwa hubungan kita bisa lebih dari sekedar teman.
Kamu pergi ketika aku mulai
percaya bahwa kamu punya perasaan yang sama denganku.
Kamu terlalu abu-abu dimataku,
kadang terlihat sangat meyakinkan, kadang terlihat sangat meragukan.
Aku memilih pergi karena telah
cukup menyadari, yang kulakukan selama ini tak cukup berarti bagimu.
Adakah yang lebih tulus dari
seseorang yang sabar menunggu, meski dia tahu tak akan mampu meraihnya.
Aku masih ingat bagaimana
perasaanku ketika pertama kali kita memulai untuk saling berbicara.
Pertemuan sebenarnya adalah kata
selamat tinggal yang belum terucapkan.
Kadang, aku berusaha keras untuk
mencari jawaban yang sebenarnya tak pantas dipertanyakan, kenapa kita berpisah ?
Kadang, yang paling tulus malah
dilepasin, yang cuma main-main malah dipertahanin.
Harusnya, kamu juga perlu tahu
sakitnya dicari hanya saat butuh. Maka, kau tak akan lakukan hal itu termasuk
kepadaku.
Tuhan, katakan jika pertemuan ini
hanyalah suatu kebetulan, sehingga aku tak harus berharap terlalu banyak.
Mungkin, mulai sekarang kita
harus memikirkan perbedaan diantara kita, agar semuanya tak berakhir terlalu
sakit.

0 komentar:
Posting Komentar